serunya mengetahui | A lifestyle blog

Yuni

18 komentar
Matahari terbit dan memancarkan sunrise dengan sempurna menyoroti ilalang bertetes embun yang terkadang bergoyang tertiup angin pagi. Ayam jantan berkokok bersahutan sambil sesekali mengepakkan sayap nya,  tak lupa suara mesin dari lalu lalang nya kendaraan roda dua pemilik para pedagang sayuran di pasar yang mengharuskan berangkat pagi untuk membuka kios mereka. Memang mayoritas pekerjaan warga di  kampung Salatiga ini adalah pedagang sayuran, begitupun dengan orang tua Yuni yang mengharuskan mereka  berangkat pagi buta.

Yuni,  gadis remaja kelas 2 smp ini harus belajar mandiri sedari kecil karena orang tua nya yang pergi pagi dan pulang... Hampir malam.
Selain itu Ia juga punya 2 adik laki-laki yang masih sangat kecil berumur 4 dan 5 tahun,  sebagai seorang kakak tentu saja Yuni di amanahi orang tua nya untuk menjaga mereka. Selain itu jika sekolah sedang libur, maka Yuni mengasuh kedua adiknya sampai orang tua nya pulang atau sampai sore menjelang malam tiba.

Banyak tetangga yang memandang Yuni kasihan,  apalagi ketika Yuni harus menolak ajakan teman-teman nya yang sengaja menjemput Yuni untuk bermain.
"kemana ibunya?  Tega sekali ninggalin anak2 nya" bisik tetangga
Yuni hanya diam, bukan nya tidak mendengar, namun Yuni merasa tidak perlu menjawab pertanyaan yang jawaban nya sudah di ketahui seluruh penghuni kampung.

Sebelum berangkat ke sekolah,  Yuni harus mengantarkan kedua adik nya ke pasar terlebih dahulu,  ke tempat orang tuanya bekerja mengais rupiah.  Bukan nya orang tua Yuni tidak mau membawa kedua adiknya ini,  tapi kasihan jika dua anak kecil ini harus di bangunkan pagi-pagi buta untuk di ajak ke tempat yang sangat tidak cocok untuk mereka.  Karena itulah,  pilihan terakhir adalah Yuni harus mengantar mereka terlebih dahulu sebelum pergi sekolah.

Apakah Yuni merasa keberatan? Karena di usia nya yang masih 15 tahun harus bertanggung jawab atas adik2nya selama orang tua nya bekerja?  Atau karena waktu bermain nya selalu tersita?
Tidak,  Yuni tidak merasa kan beban yang berat, Yuni tahu mengapa orang tua nya seperti itu.  Bukan karena orangtua nya tidak sayang atau apa.  "Justru karena mereka sayang" ucap Yuni,  kalimat yang selalu ia lontarkan di hati saat pikiran nya mulai jenuh atau ketika ia bertengkar dengan kedua adik nya, dan Yuni akan kembali tersenyum.

..... Bersambung.....
πŸ‘’πŸ‘’
#OneDayOnePost 7
#KMP2
Yulia
Hallo semua, salam kenal dari saya. semoga kita bisa menjadi teman.

Related Posts

18 komentar

  1. Good. ditunggu lanjutannya ya, Mbak.

    Oh iya, jangan lupa dicetak miring untuk kata yang asing ya.

    Semangattt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka terimakasih
      Mohon koreksi selalu

      Hapus
  2. Hai Kak . Aku coba koreksi ya.

    Soal konten, aku suka kok, dan menunggu cerita selanjutnya diterbitkan. Konflik apa yang terjadi dengan Yuni .

    Soal penulisan, aku ingin menandai beberapa hal saja sih. Hehe

    Paragraf satu, kata sunrise kan termasuk istilah asing ya, sebaiknya diberi tanda miring Kak.

    Ayam jantan berkokok bersahutan sambil sesekali mengepakkan sayap nya,  tak lupa suara mesin dari lalu lalang nya kendaraan roda dua pemilik para pedagang sayuran di pasar yang mengharuskan berangkat pagi untuk membuka kios mereka.

    Paragraf satu ini kalau di baca agak "eungap" ya. Hehe

    Untuk angka yang terbilang kecil mungkin seharusnya ditulis dengan huruf kak. Seperti 2 jadi dua, 4 dan 5 tahun ditulis jadi empat dan lima tahun. Kecuali mungkin angkanya bisa ribuan atau yang melebihinya.

    dan pulang... Hampir malam.
    Ciyyyeh ilmu titik hasil bedah kemarin mulai diterapkan . Mantap

    "kemana ibunya? 

    Setelah tanda petik "" sebaiknya diawali dengan huruf kapital kak "Kemana Ibunya?"


    Tegaali ninggalin anak2

    Mungkin maksudnya anak-anak ya Kak. Hehe



    orang tua atau Orang Tua?
    Hehe.


    Nanti mampir ke blog aku dan krisan juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Ampun, yang aku pke elipsis doang he, poin yg lain udah menguap aja hehe
      Makasih ayah nya khaulah😊

      Hapus
  3. Ditunggu lanjutannya, Kak 😍😍😍

    BalasHapus
  4. apakah yuni adalah yuli? ehehe, tetep semangat nulisnya ya, dek.

    BalasHapus
  5. menjadi pelajaran untuk kita bahwa diluar sana banyak yang tidak seberuntung kita

    BalasHapus
  6. Ketika aku baca nama Yuni, langsung lihat link blog ini. Kirain aku salah ingat nama Yuli, eh ternyata Yuni di sini nama tokohnya. Wkwk

    BalasHapus
  7. Penasaran ada apa dengan Yuni besok ya?^_^

    BalasHapus
  8. Penggunaan titik dan koma mbak.. πŸ™πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya siap kang, lebih di perhatikan lagi

      Hapus

Posting Komentar