serunya mengetahui | A lifestyle blog

introspeksi ??

19 komentar




Bukan nya tak mau untuk introspeksi diri namun orang akan bingung ketika ia disuruh mengintrospeksi dirinya tanpa diberitahu apa yang salah dari dirinya... 

Apa itu Introspeksi?

Introspeksi adalah proses peninjauan diri atau proses mawas diri yang dilakukan oleh diri sendiri. Terkadang ada juga yang menyebutkan dengan kata intropeksi, biasanya orang sunda yang sering menggunakan kata introspeksi tanpa menggunakan huruf s ini, namun tetap saja memiliki makna yang sama. Proses peninjauan diri ini bertujuan untuk merubah perilaku yang buruk menjadi baik, meski terkesan susah tapi introspeksi ini sangat perlu dilakukan yang jika berhasil maka akan terasa perubahan yang sangat jelas.

Kebanyakan orang mengintrospeksi dirinya setelah ada teguran dari orang lain, baik itu secara baik-baik maupun secara keras. Setiap orang punya cara pandang tersendiri hingga ketika ada satu orang yang nyaman dengan kondisi keadaan hidupnya, belum tentu bagi sebagian orang lain kondisinya ini menyenangkan tapi cenderung mengganggu (Karena rata-ratanya manusia tidak akan peduli pada apa yang dikerjakan oleh orang lain selama itu tidak mengganggunya). 

Contoh, kamu punya tetangga yang amat sangat malas hingga sampah di belakang rumahnya menumpuk, dan fatalnya si tetangga nyaman saja dengan kondisi halaman belakangnya. Hingga suatu waktu, sampah tersebut mengotori halaman belakang mu karena sudah tidak muat ditempatnya. Apa yang akan kamu lakukan?... kecil kemungkinannya jika kamu mengambil kantong sampah dan membersihkan sampah-sampah tersebut. Yap kemungkinan terbesar yang akan kamu lakukan adalah mendatangi tetanggamu (yang sampahnya telah mengotori halaman belakangmu) kemudian menjelaskan pasal sampah ini yang pada akhirnya kamu akan menyuruhnya untuk berintrospeksi diri.

Itu adalah contoh proses yang baik, yang dimana manusia menjalankan perannya untuk saling mengingatkan. Namun faktanya tidak semanis contoh di atas, apalagi di zaman canggih ini yang semuanya sudah serba maju, bukan hanya teknologi tapi gaya dan pemikiran manusia pun sudah banyak yang maju, saking majunya mereka enggan mundur untuk melihat masa lalu sebagai 
pelajaran dan pengalaman. Bagaimana maksudnya? Kita kembali ke masalah introspeksi, memang perbedaan itu adalah sebuah rahmat namun jika tidak ada musyawarah untuk mempersatukan perbedaan itu, di sanalah kita kehilangan rahmat itu. Bukankah hikmah adanya perbedaan adalah untuk bermusyawarah? Yap tentu saja tujuannya adalah menciptakan sebuah persatuan.

Tidak sedikit manusia egois dalam pendiriannya meski sudah terbukti jelas bahwa hal itu amat sangat mengganggu orang lain. Kita lihat contoh di atas, jika si tetangga menjunjung sifat egoisnya, ia tidak akan menerima nasihat kamu tapi malah balik memarahi kamu yang dianggapnya terlalu sibuk mengurusi orang lain. Hal seperti ini dapat menciptakan suasana yang buruk, si tetangga akan benci padamu (meski akhirnya tetap membersihkan sampahnya) dan kamu pun akan memiliki pikiran yang “Bodo amat” setelahnya, tidak ingin terlibat dengan si tetangga tadi. Dan mirisnya, itulah yang tengah berlaku di masyarakat sekarang.

Tapi mungkin ada yang lebih parah, dimana kita diminta untuk mengintrospeksi diri tanpa diberi tahu dimana letak yang harus kita introspeksi, yang padahal kita benar-benar tidak tahu apa yang salah dari diri kita, Ibaratnya ia ingin kita berubah menjadi lebih baik tanpa mau menuntun. Bagaimana pendapat kamu?

*******

Sebenarnya point terakhir adalah masalah bagiku, ketika ku tanya apa yang salah dariku? Mereka menyuruhku untuk memikirkannya, well sangat bagus jika pada akhirnya aku tahu dan mulai introspeksi diri, tapi kelemahanku disana :’) ada yang mau memberi pencerahan?
๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

#odop7
#kmp2




Yulia
Hallo semua, salam kenal dari saya. semoga kita bisa menjadi teman.

Related Posts

There is no other posts in this category.

19 komentar

  1. Tercerahkan banget teh...makasih tulisannya

    BalasHapus
  2. Semangat menulis Kak. hehe.
    Salam dari saya Ibrahim Dutinov dari Geng Sapporo ya..
    kalau boleh, saya mau sampaikan beberapa koreksi untuk postingan Kakak ya.
    Insya Allah bukan karena saya merasa sudah hebat dengan tulisan saya, tapi semata-mata sebagai sarana kita sama-sama belajar ya Kak…

    1.Merubah atau mengubah?
    2.“Kebanyakan orang mengintrospeksi dirinya setelah ada teguran dari orang lain baik itu secara baik-baik maupun secara keras” ini kira-kira perlu tanda koma [,] enggak setelah kata ”……. orang lain[,] baik itu secara …..”?
    3.Ditempatnya atau di tempatnya? Dimana atau di mana? Diatas atau di atas? Disanalah atau di sanalah?
    4.Manusiapun atau manusia pun? Kamupun atau kamu pun?
    5.Paragrag empat akhir sepertinya ke “Enter”nyambung ke paragraf 5 awal

    Sudah ku duga, ternyata memang paragraf ke-2 dari bawah merupakan curahan pribadi penulis.
    It’s Okey wae Kak. Menurut aku sih ya, coba ajak orang ke-3 untuk me mediasi.Semangat menulis Kak. hehe.
    Salam dari saya Ibrahim Dutinov dari Geng Sapporo ya..
    kalau boleh, saya mau sampaikan beberapa koreksi untuk postingan Kakak ya.
    Insya Allah bukan karena saya merasa sudah hebat dengan tulisan saya, tapi semata-mata sebagai sarana kita sama-sama belajar ya Kak…

    1.Merubah atau mengubah?
    2.“Kebanyakan orang mengintrospeksi dirinya setelah ada teguran dari orang lain baik itu secara baik-baik maupun secara keras” ini kira-kira perlu tanda koma [,] enggak setelah kata ”……. orang lain[,] baik itu secara …..”?
    3.Ditempatnya atau di tempatnya? Dimana atau di mana? Diatas atau di atas? Disanalah atau di sanalah?
    4.Manusiapun atau manusia pun? Kamupun atau kamu pun?
    5.Paragrag empat akhir sepertinya ke “Enter”nyambung ke paragraf 5 awal

    Sudah ku duga, ternyata memang paragraf ke-2 dari bawah merupakan curahan pribadi penulis.
    It’s Okey wae Kak. Menurut aku sih ya, coba ajak orang ke-3 untuk me mediasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih kang, benar2 teliti banget dah๐Ÿ‘
      Mohon bimbingan selalu kang๐Ÿ™

      Hapus
  3. Yuliiiii.. ini postingan mu kemaren yaa... postinganku hari ini tentang muhasabah ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Ternyata sehati, hihi...

    Kalau dari aku sih, sebetulnya mudah introspeksi diri sendiri itu, hanya saja seringnya terhalang ego, sehingga menutup mata hati untuk melihat kekurangan diri. (Curcol)

    CMIIW ๐Ÿ˜˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cie sehati hehe๐Ÿ’–

      Iya ka yuli setuju, si ego ini memang rese bgt kan๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Si ego anak mana, sih?๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Hapus
  4. Apa yang salah dariku, aku juga merasa begitu.

    BalasHapus
  5. Aku selalu salah menilai diriku terus aku harus gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita perlu orang lain kak untuk menilai diri sendiri
      karena pikiran ita pasti tertuju pada "gimana sih orang lain liat kita?"
      yuli pun sama.

      namun ada juga orang yg tdak mementingkan penilaian org lain.
      dilihat dari komentar kaka yuli merasa kita sama hhe

      Hapus
  6. Hwaa bahasan mengenai intropeksii ๐Ÿ˜

    BalasHapus
  7. kaget ternyata ini blognya yuli. tulisannya dewasa banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya ka.. Semoga dalam kehidupan pun yuli benar2 bisa dewasa๐Ÿ˜Š

      Hapus
  8. Kadang memang perlu sih dikasih waktu sendiri buat aktif introspeksi, sampai dapat AHA moment-nya..perbanyak self talk terus cari teman ngopi eeh.. diskusi maksudnya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka, teman yg bisa saling memahami tepatnya๐Ÿ˜

      Hapus

Posting Komentar