serunya mengetahui | A lifestyle blog

Terimakasih Allah

17 komentar

Cinta Allah itu nyata dan tak pandang bulu.



Anaya dan Aisyah adalah sepasang sahabat yang sudah seperti saudara sendiri, mereka seperti saudara kembar yang bisa faham satu sama lain, entah mungkin karena banyak kesamaan yang terjadi diantara mereka berdua, mulai dari keluarga, pikiran sampai masalah cinta pun, mereka merasa senasib. Anaya kenal dengan Aisyah setahun yang lalu saat Anaya mencari kost untuk ia tinggali selama di bandung untuk kuliah, dan bertemulah dengan Aisyah yang sudah 1 tahun tinggal di kamar kost nya sekarang. Ya, kost yang Anaya pilih sengaja untuk berdua agar ia tidak kesepian, dan Aisyah pun merasa tidak keberatan dengan kedatangan Anaya, apalagi mereka satu perkuliahan meski Anaya satu tahun di bawah Aisyah.

Aisyah lebih dewasa daripada Anaya, baik dari usia maupun pemikirannya. Sedangkan Anaya sangat labil dan selalu bertingkah seperi anak kecil, ia sangat suka bermanja pada Aisyah dan mungkin Anaya tidak sanggup jika Aisyah tidak ada atau Aisyah memusuhinya.
Tapi sepertinya, tuhan ingin menunjukan kuasa-Nya, tidak ada yang bisa membolak-balikan hati manusia kecuali Allah semata. Jika kemarin hujan, tidak menutup kemunginan jika hari selanjutnya adalah kemarau, begitulah kuasa-Nya. Seperti yang terjadi pada dua sahabat ini, Allah munculkan masalah untuk menguji mereka.

Sudah 5 hari ini, Anaya sudah terbiasa dengan kebisuan yang tercipta antara dirinya dan Aisyah, hal yang Anaya takuti. Sangat aneh jika melihat keduanya bertemu tanpa melempar canda dan tawa untuk saling menggoda tapi itulah yang terjadi, Anaya yang tersiksa karena disini ia yang dirugikan, menjadi perantau benar-benar terasa, sendiri. Tiba-tiba saja sikap Aisyah berubah dingin kepada Anaya. Tapi tanpa sepengetahuan Anaya, Aisyah sering menangis ketika Anaya tidak ada di kost, ia benar-benar merasa bersalah karena telah memulai kebisuan ini, Aisyah hanya ingin Anaya berpikir atas apa yang salah dengan nya, dengan perubahan sikap nya sekarang mungkin Anaya akan berpikir, tapi sayangnya, karena renggangnya komunikasi,  menimbulkan rasa curiga diantara keduanya.

Anaya lebih sering keluar bersama pacarnya, berlama-lama di kost membuatnya tidak nyaman. Ketika Anaya sedang makan bersama Rio, kekasihnya, ia mulai sadar bahwa handphone nya tidak ada, kepanikan pun terjadi sampai Anaya menangis sejadi-jadinya, ia merasa hidupnya lengkap akan masalah itu membuat Rio bingung. Rio tahu bagaimana keadaan Anaya sekarang, Rio yakin selain menangisi handphone nya, Anaya juga menangisi semua masalahnya termasuk masalahnya bersama Aisyah yang belum lama ini ia dengar dari Anaya. Rio ingin melakukan sesuatu untuk Anaya.
Malamnya, setelah Anaya tidur tepatnya, Aisyah menemui Rio yang sudah ada didepan kostnya. Sebenarnya Aisyah malas menemui orang-orang yang ada hubungannya dengan Anaya, entahlah mereka berdua telah larut dalam keegoisan. Tapi setelah Rio menceritakan hilang nya Handphone Anaya, itu membuat Aisyah terkejut dan mau bertemu dengan Rio yang rupanya Rio membelikan handphone baru untuk Anaya.

Ketika Aisyah akan kembali masuk, ia terkejut melihat Anaya yang sudah berdiri di ambang pintu kost an, tanpa bersua keduanya menunduk. Anaya keluar karena ia mendengar motor Rio, namun ia kaget karena ada Aisyah disana.

“kenapa gak cerita?” tanya Aisyah

Anaya tak kuasa menahan tangis, ia tahu Rio pasti menceritakan kejadian tadi, Anaya menutupi wajahnya dengan kedua tangan dan menangis. Aisyah yang melihat itu langsung memeluk Anaya. Aisyah faham bagaimana bingungnya Anaya. Ia pun meminta maaf yang disusul tangisan harunya. Rasa rindu akan suasana keluarga yang sempat tercipta menyelimuti mereka malam itu, lalu kembali saling mencurahkan rasa kekeluargaan yang sempat hilang.

Anaya benar-benar merasa tenang setelah hubungannya kembali baik dengan Aisyah, kehilangan Handphone tidak terlalu mengganggunya, ada baiknnya juga, setelah Handphone nya hilang lewat perantara Rio yang telah berbaik hati mengganti Handphone nya, ia kembali akrab dengan Aisyah. Anaya merasa bersyukur, dan disini ia semakin yakin bahwa Allah punya cara tersendiri untuk membuat hambaNya merasakan cintanya.

jujur Anaya merasa malu, Allah selalu bersamanya dan kejadian ini membuatnya semakin yakin akan perhatian Allah, namun ia belum bisa menjadi hamba yang benar-benar bertaqwa.


#odop7
#kmp2
#cerita renungan

Yulia
Hallo semua, salam kenal dari saya. semoga kita bisa menjadi teman.

Related Posts

17 komentar

  1. Uluuuuh tth... cerita ini serasa nyata~

    BalasHapus
  2. Waah sahabat sejati. Pengeen

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua juga ingin teh, bagaimana alau menjadi bukan mencari hehe

      Hapus
  3. Ceritanya sesuai usia/masa penulisnya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ka, bahkan serasa yuli yang ada di cerita tersebut:)

      Hapus
  4. Pulang ke jalan takwa memang nggak pernah mudah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat sulit hingga kadang banyak yang menyerah

      Hapus
  5. Iya, ya.. sahabat sejati itu diciptkan bukan dicari

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ka.. lelah jika kita hanya mencari:)

      Hapus
  6. Senengnya punya sahabat yang ngertiin..ceritanya jadi ingetin kawan-kawan seperjuangan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. teman yang bai memang selalu mengerti:)

      Hapus

Posting Komentar