serunya mengetahui | A lifestyle blog

cerita rakyat Nyi ningsih

25 komentar

Bawang putih & Bawang merah

Di suatu desa, tinggalah sepasang suami istri yang hidup bahagia, kebahagiaan mereka terasa lengkap dengan dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik jelita dan memiliki budi pekerti yang baik, ia bernama Bawang putih. Ayahnya seorang pedagang kain yang terbilang sukses dan sudah memiliki karyawan. Keluarga kecil yang terkenal amat ramah ini, menjadi sorotan para warga di desa tersebut bahkan mulai terkenal ke desa tetangga, termasuk kepada Nyi ningsih, janda beranak satu yang terkenal akan kecantikannya.

Nyi ningsih memiliki seorang anak yang bernama Bawang merah. Meski mirip akan namanya, namun sangat berbeda dalam sikap perilaku nya, antara Bawang merah dan Bawang putih. Bawang merah sangat suka bersolek dan mempercantik penampilannya. Masih sangat misteri, mengapa nama dari kedua anak yang berbeda keluarga ini bisa begitu mirip dalam pemberian namanya, bahkan usia nya pun serupa yang artinya mereka lahir di tahun yang sama. Bagaimana bisa? Hal inilah yang membuat Nyi ningsih merasa perlu untuk mengetahui latar belakang dari keluarga Bawang Putih.
Hingga suatu hari, Nyi ningsih dan Bawang Merah meninggalkan desanya dan pergi menemui kediaman keluarga Bawang Putih untuk masuk ke dalam bagian keluarga itu dengan mengajukan diri sebagai pembantu rumah tangga.

“tapi kenapa ingin bekerja disini?” tanya ibu Bawang Putih

“Saya tidak mampu bekerja yang lain lagi untuk menampung hidup saya dan anak saya satu-satunya ini” ucap Nyi ningsih sambil memeluk Bawang merah. Setelah obrolan panjang, diterimalah Nyi Ningsih sebagai pembantu di rumah bawang putih.

Seminggu berlalu, Nyi ningsih menjalani kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, Bawang merah pun ia didik agar selalu menjaga sikap dan mengurangi kebiasaannya yang suka bersolek, apalagi di depan keluarga Bawang putih yang kini menjadi tuan mereka. Namun tujuan Nyi ningsih belum tercapai, ia belum menemukan apapun terkait akan nama putri mereka yang sangat mirip. Ditambah dengan keadaan ibu Bawang putih yang tengah sakit membuat Nyi ningsih sungkan untuk bertanya seputar keluarganya.

Hingga suatu hari, Bawang merah tak sengaja menemukan sebuah foto keluarga yang tergeletak di bawah kasur bawang putih, saat hendak mengambil bonekanya yang jatuh, karena saat itu ia sedang bermain dengan anak tuannya di dalam kamar. Ya kedua anak yang memiliki awal nama yang sama ini berteman sangat akrab, dan terlihat seperti saudara jika dilihat dengan seksama dari wajah mereka berdua.

“ini foto keluarga kamu ya?” tanya Bawang merah

“iya, tapi aku nggak tahu mereka berdua ini” jawab Bawang putih sambil menunjuk sepasang suami istri yang sedang berpose di samping orang tuanya, satu persamaan bahwa ibunya dan wanita yang satu lagi sama-sama sedang mengandung.

Foto itu adalah foto keluarga Bawang putih, mulai dari Nenek-Kakek nya, orang tuanya dan satu lagi keluarga kecil, namun Bawang putih tak mengingatnya, wajar saja ia masih sangat kecil dan polos seperti Bawang Merah.

“ya udah, aku simpan di gudang aja yah, di sini juga gak di pajang” kata Bawang merah, yang di setujui oleh Bawang putih.

Jam 12.00, Nyi ningsih ingat akan waktu minum obat istri tuannya. Dengan cekatan ia pun menyiapkan semuanya. Saat akan menuju kamar istri tuannya, ia berpapasan dengan Bawang merah yang tengah menenteng sebuah foto yang lumayan cukup besar untuk anak seusianya.

“lho nduk, sini sama ibu berat” kata Nyi ningsih mengambil foto dari tangan anaknya.

“mau dikemanain?” tanya Nyi ningsih

“mau aku simpan di gudang bu, abis tergeletak di bawah kasurnya non putih” ucap polos Bawang merah

Nyi ningsih hanya tersenyum menanggapi perkataan putrinya, namun senyumnya berubah menjadi tegang ketika ia melihat foto yang tengah dipegangnya. 

PRAANNKK!!! Nampan yang berisi gelas dan obat-obatan untuk istri tuannya terjatuh dari tangan Nyi ningsih. Bawang merah teriak histeris sambil mundur takut terkena pecahan belingnya. Sedangkan Nyi ningsih yang tersadar dari ketegangannya buru-buru menghampiri putrinya dan memastikan tidak ada beling yang mengenainya.

Mendengar sesuatu yang pecah, ibu Bawang putih keluar dari kamarnya diikuti oleh suaminya dan nampak Bawang putih pun menghampiri dari kamarnya.

“Ada apa ini?” tanya ayah Bawang putih

“Ningsih, Kamu  kenapa? Apa ada yang terluka?” tanya ibu Bawang putih

Nyi ningsih hanya diam sambil memeluk Bawang merah.

“Ningsih...” ibu Bawang putih memegang pundak Nyi ningsih.

“aku sangat suka bawang merah dan adikku sangat suka bawang putih...” Nyi ningsih berbicara pelan namun cukup jelas sambil memeluk erat Bawang Merah.

“ kami sama-sama menikah di tahun yang sama dan sepakat untuk memberi anak-anak kami dengan nama sepasang bawang merah dan putih jika yang lahir adalah perempuan” lanjutnya.

Ayah dan ibu Bawang putih terkejut...

“ingatanku sebagian hilang setelah mengalami kecelakaan parah yang menewaskan suamiku dan merusak wajahku hingga aku melakukan operasi pada wajahku, namun ajaibnya Bawang merah bisa terselamatkan...” ucapnya sambil terrgugu di pundak anaknya.

“kakak, mungkinkah kamu...” ucapan ibu Bawang Putih tertahan

“aku menemukan foto orang tua ku disini, dan mungkin...” Nyi ningsih bangkit dan melihat wajah ibu Bawang putih, sambil menahan tangis

“kakak...” ibu Bawang Putih memeluk erat Nyi ningsih yang ternyata adalah kakak nya yang hilang selama 14 tahun akibat kecelakaan di masa lalu. Ayah Bawang putih pun seakan tak percaya dan terharu, ia merangkul Bawang putih dan Bawang merah secara bersamaan.

“ Kau adalah adikku” isak Nyi ningsih sambil memeluk erat ibu Bawang putih.

“terimakasih... terimakasih karena telah kembali kak...” ucap ibu Bawang putih sambil mengeratkan pelukannya, mencurahkan kerinduan yang telah ia tahan kepada sang kakak, Nyi ningsih.




Penulis : Terimakasih telah membaca tulisan ini J
semua orang sudah tahu akhir dari cerita rakyat yang ku ubah ini kan? Yap berakhir bahagia, namun di cerita yang umum, semuanya pada meninggal bukan? Yang hidup hanya si tokoh Bawang putih beserta Pangeran yang menjadi suaminya. Nah di cerita yang ku ciptakan ini , semua tokoh memiliki watak yang baik dan ternyata Bawang putih dan Bawang merah adalah saudara sepupu yang terpisah karena insiden kecelakaan yang menimpa Nyi ningsih, ibu dari Bawang merah. Tapi endingnya tetap sama kan, berakhir bahagia bahkan sangat bahagia hehe...



#tantanganpekan4
#ngodopdongs
#kmp2
#kuykuykuy
Yulia
Hallo semua, salam kenal dari saya. semoga kita bisa menjadi teman.

Related Posts

25 komentar

  1. awalnya udah berperasangka buruk sama ibu bawang merah mau jadi pelakor, eh ternyata tidak diduga semuanya terikat hubungan keluarga. keren ih, berasa kayak nonton sinetron. tidak ada baku hantam di sini, cerita suram jadi sumringah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah salah satu pelajaran disini jangan dulu suudzon ya hehe

      Hapus
  2. Wow versi barunya Keren, ending nya tidak terduga, nice job

    BalasHapus
  3. Yay happy endiiing uhuuy manthaap

    BalasHapus
  4. Asiiiik happy ending.. semoga ada lanjutannya bertemu dengan pangeran 😍😍😍

    BalasHapus
  5. Tidak ada cerita kelam disini ... Suka suka...aku bayangin kayak lg nonton drama lhoh...kece

    BalasHapus
  6. oh ya ampun ternyata mereka saudara aku terhura

    BalasHapus
  7. Dirombak seluruhnya ya kak?

    BalasHapus
  8. Waah bener bener berubah niih ceritanya

    BalasHapus
  9. Pertemuan keluarga besar bawaang...terharù

    BalasHapus
  10. Jadi teringat dengan sinetron jadul dengan judul bawang merah dan bawang putih..wkwkw

    BalasHapus
  11. Bisa ae nih teh Yuli. Aseeek makin lancar aje nih teh Yuli nulisnya, suka deh ngalir gitu

    BalasHapus

Posting Komentar