serunya mengetahui | A lifestyle blog

Anak pondok itu..

17 komentar



Kenapa anak pondok mental nya harus lebih kuat dari anak yang  tidak tinggal di pondok?

Pertanyaan ini terlintas di benak saya saat pikiran ku penuh akan hal-hal yang entah sayapun tak tahu secara detail nya, intinya pikiran saya benar-benar njelimet. Mulai dari numpuknya sesuatu yang bernama tugas, baik itu di kampus, rumah, lingkungan dan sebagainya yang secara saya punya banyak tugas, ingin sekali rasanya saya berteriak dan melepaskan semua beban pikiran yang terasa berat di kepala, namun otak ini masih bekerja dengan baik untungnya. Beban, masalah, tugas tidak akan selesai hanya dengan satu teriakan saja.

Baiklah kenapa saya jadi curhat, hehe maafin...

Jadi, kenapa dengan pertanyaan di atas?

Pengamatan ku terhadap anak-anak yang memutuskan untuk hidup di lingkungan pondok adalah anak-anak yang kuat. Pasalnya mereka tinggal dalam komunitas masyarakat yang besar, dan kalian tahu istilah sunda yang mengatakan “piring moal paketrok jeng mangkok, pasti paketrok jeng piring deui”  yang jika dalam bahasa indonesia adalah “piring tidak akan beradu dengan mangkuk, pasti dengan piring lagi”, nah makna dari peribahasa sunda tersebut adalah bahwa manusia tidak akan punya masalah dengan yang lain lagi, pasti bermasalah dengan manusia lagi terutama yang ada di dekatnya.

Anak-anak yang berada di rumah masing-masing sepulang sekolah, yang mereka temui tidak lain adalah anggota keluarga, yang rasa sayang nya tidak perlu di pertanyakan lagi. Berbeda dengan mereka yang di pondok, yang mereka temui pun sepulang sekolah adalah orang asing lagi, proses belajar untuk saling memahami, saling menghargai dan sebagainya mereka jalani. Untuk masalah makan atau mandi tidak perlu di ungkapkan lagi bagaimana kemandirian mereka, belajar unutk mengatur uang yang harus cukup sampai masa penjengukan selanjutnya.

Yang paling sulit untuk disesuaikan adalah suasananya, nyaman atau tidak?

Tidak sedikit anak-anak yang kembali pulang daripada harus tinggal di pondok, banyak faktor yang menjadi kemungkinan. Survey saya, beberapa alasan mereka yang memilih zona nyaman rumah bisa dikategorikan dengan 2 hal, yaitu  karena tidak nyaman akan tempatnya atau tidak nyaman dengan suasananya.

Mereka yang tidak nyaman dengan tempat pondok, adalah mereka yang terbiasa hidup di arean zona nyaman dan menolak keluar dari zona tersebut, contoh kecil saja, yang paling dominan adalah masalah Handphone. Generasis milenial sekarang sangat terlihat akan ketertarikan nya pada benda tersebut dan bahkan sudah menjadi setengah dari bagian hidup mereka, peraturan pondok yang melarang membawa benda dengan tujuan agar mereka fokus dalam belajar, sontak saja menjadi alasan terbesar anak untuk menolak tinggal di pondok. Bahkan yang sudah lama di pondok pun tidak jarang ada yang ketahuan melanggar peraturan tersebut, hal seperti ini banya terjadi lho...

Adapun mereka yang tidak nyaman dengan suasana adalah mereka yang cenderung sulit berbaur dan menemukan teman. Pengalaman saya, asalkan ada teman semua bisa di jalankan. Dan ternyata hal ini juga sangat berpengaruh di area pondok. Jika kalian susah bergaul dan tidak punya teman di pondok maka kalian akan kesusahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari kalian dipondok. Rata-rata nya adalah orang pendiam yang pumya masalah ini. Sebisa mungkin kalian harus supel agar merasa nyaman di pndok dan memiliki teman yang bisa kalian ajak untuk sekedar curhat mengeluarkan isi hati.

Tapi,  terlepas dari semua itu, kalian akan merasa betah di pondok jika tekad kalian benar-benar besar dan sangat ingin mendapatkan ilmu dari sana. Karena salah satu guru saya bilang bahwa “Tekad yang kuat mampu mendobrak segalanya”. Tidak perlu ambil hati akan masalah yang kalian hadapi, bawa enjoy saja. Karena godaan dalam mencari ilmu itu sangat besar dan akan terasa berat, dari sanalah Tuhan menilai akan kesungguhan kita.

Tulisan ini hanya curahan dari perasaan penulis  yang pernah ia rasakan, intinya penulis bangga pernah ada di lingkungan itu meski masih doif akan pengamalan nya. Semoga kalian para mujahid yang tengah berjuang di pondok mulia manapun,  berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Aamiin





#ODOP7
#kmp2

Yulia
Hallo semua, salam kenal dari saya. semoga kita bisa menjadi teman.

Related Posts

17 komentar

  1. Ciyyyeh anak Pondok. Hehe di pondok atau dipondok?

    BalasHapus
  2. Kayaknya urub-urub nih Teh Yuli nulisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru ngeuh๐Ÿ˜‚ apaan tuh urub-urub? And itu kebalikannya dasar ada ada aja

      Hapus
    2. Hha iya ka buru-buru itu

      Hapus
  3. Semangat, Yul.. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

    BalasHapus
  4. Dulu di pesantrenku ya, setiap santri yg ketauan bawa hp, ฤฐtu hpnya langsung dihancurkan pakai palu di tempat umum. Hwoo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu tandanya, pondok Kaka benar2 perhatian ๐Ÿ˜Š

      Hapus
  5. suka arti pepatahnya walaupun gak tau cara baca sundanya mantap

    BalasHapus
  6. pernah ngerasain jadi anak pondok pas tiao diklat ramadhan. Seruuu

    BalasHapus
  7. Kayak tetanggaku, ga kuat sama pondok langsung pulang ke rumah

    BalasHapus
  8. Aku juga pasti pulang ke rumah ka๐Ÿ˜ gk punya tempat lagi soalnya hehe✌️

    BalasHapus
  9. Jadi ingat waktu pendampingan ke pondok sama salah satu komunitas remaja di sini...asyik betul waktu mereka curhat he-he-he

    BalasHapus

Posting Komentar