serunya mengetahui | A lifestyle blog

Skuy! HES in Citepus Beach | Pelabuhan Ratu

14 komentar

Skuy HES in Citepus 1


Tulisan ini menceritakan perjalananku bersama rekan-rekan kuliahku. Perjalanan satu tahun silam, sebelum corona datang dan physical distancing belum di terapkan.

HES adalah kepanjangan dari Hukum Ekonomi Syariah, sebuah jurusan kuliah di STAI Al-Masthuriyah Sukabumi. Jurusan yang kupilih untuk memperdalam keilmuan yang ingin kukuasai.

Kemudian bertemu dengan teman-teman yang memiliki kekhasannya masing-masing dan latarbelakang yang tidak semua sama.

Daerah Sukabumi, tepatnya kecamatan Cisaat memiliki banyak Yayasan pesantren yang berdiri sampai saat ini.

Sehingga tidak heran, jika dalam satu kelas di perkuliahan berasal dari berbagai pondok pesantren yang basicnya pun sudah tidak diragukan lagi seperti Al-Masthuriyah, Sallafiyyah, Sunanul Huda dan masih banyak lagi.

Tapi terlepas dari pondok mana kami berasal, itu tidak menghalangi rasa kekeluargaan yang kami jalin sampai saat ini.

Bahkan kami bisa berbagi cerita yang menyenangkan dan berbeda setiap harinya. Ah aku jadi rindu teman-temanku, karena pandemic ini, kami menjadi jarang bertemu dan berbagi tawa.

Apalagi mengagendakan untuk liburan, sangat tidak memungkinan di kondisi seperti ini. Padahal normalnya sekarang adalah musim liburan setelah sibuk berkutat dengan tumpukan tugas.

Semoga bumiku lekas membaik.

Tapi tenang, keseruan liburanku dan teman-teman HES-ku akan kushare di sini. Dengan tujuan menuju Pantai Citepus Pelabuhan Ratu.

Skuy HES in Citepus

Rencana dari Dosen kece

Bapak Abdul Barry S.H adalah dosen mata kuliah Hukum di kelasku. Beliau merupakan salah satu dosen yang cukup akrab dengan anak-anak mahasiswanya, begitupun dengan kelasku.

Beliau sering membuat acara di luar kelas yang berkesan dan menjadi kenangan indah bagi HES. Salah satunya adalah kegiatan buka bersama ketika bulan Ramadhan.

Meski tidak di tempat mewah nan mahal, namun acara bukber (buka bersama) itu terasa menyenangkan bagi kami. Lagipula aku dan teman-temanku lebih menyukai tempat yang bisa mengekspresikan emosi kami dengan bebas. Nya

Selain acara bukber, di lain waktu beliau juga sering mengajak kami untuk masak bersama, ah intinya beliau ini faham betul bahwa para mahasiswa sedang butuh refreshing.

Nah, cerita tentang travelling yang akan kuulas, semuanya berkat dosen kece ini. Beliau memberi saran untuk mengadakan liburan diluar kampus yang jarak tempuhnya lumayan jauh. Tentu saja hal ini langsung disepakati oleh kami.

Dengan memiliki otoritas dari sang dosen, memudahkan kami untuk meminta izin kepada lembaga tentang liburan kali ini, sehingga tidak perlu waktu lama bagi kami untuk menyepakatinya.

Tujuan liburan kali ini adalah Pantai Citepus di Pelabuhan Ratu. Dan kebetulan salah satu teman kelasku adalah tuan rumah disana sehingga tidak membuat kami bingung untuk mengisi perut hehe.

Ok dengan berseragam merah-merah kami siap on the way Citepus wkwk

Lokasi Pantai Citepus

Jika dilihat dari Google Maps, jarak tempuh dari lokasi keberangkatan menuju tempat tujuan hanya memakana waktu 2 jam kurang 7 menit saja. Itu jika tidak ada kendala dijalan ya.

Jadi untuk mengantisipasi keadaan yang kemungkinan terjadi selama perjalanan, maka aku dan teman-temanku harus berangkat pagi-pagi agar cepat sampai dan tentunya menghindari kemacetan.  Karena kami berangkat di hari libur.

Tapi entah kenapa istilah ‘jam karet’ selalu menjadi ciri dari warga +62. Dan itu terjadi pada hari H keberangkatan.

Ketika disepakati bahwa kami akan berangkat tepat pada pukul 07.00 maka yang terjadi adalah kami berangkat 2 jam kemudian wkwk.

Dengan 11 motor dan 1 mobil Pak Dosen, kami berangkat menuju Pantai Citepus.

Waktu yang kami tempuh adalah 4 jam perjalanan dari Cisaat ke tempat tujuan, karena kelambanan kami semua maka macetpun tidak bisa dihindari. Beruntungnya aku yang saat itu mendapat bagian untuk ikut di mobil Pak Dosen karena terlindungi dari panasnya matahari hehe.

Tak sanggup rasanya jika duduk di motor dengan cuaca yang lumayan panas pada saat itu, apalagi sebagian temanku ada yang mengalami ban bocor, ada yang tersesat di jalan dan lainnya, intinya benar-benar perjalanan yang mengesankan, bagi mereka.

Antisipasi untuk menghemat waktu jika terjadi banyak hal di perjalanan itu benar-benar gagal total dan menyebabkan kami sampai tengah hari di tempat tujuan.

Pantai Pelabuhan Ratu

Sebelum aku mengajak kamu mengenal pantai Citepus ini, ada info menarik untuk diketahui bagi kamu yang suka mantai.

Nah jadi Pantai yang cukup terkenal dari Sukabumi Jawa Barat, salah satunya adalah Pantai Pelabuhan Ratu. Pantai ini cukup terkenal dengan mitos Nyi Roro Kidul sang penguasa Pantai Selatan.  

Konon katanya Nyi Roro Kidul amat menyukai warna hijau sehingga karena hal ini pula para pengunjung dilarang memakai baju berwarna hijau. Karena menurut kepercayaan masyarakat sekitar Pantai, orang yang nekat memakai baju berwarna hijau akan dibawa oleh Nyi Roro Kidul ke alamnya.

Selain itu, fakta menarik lainnya adalah terdapat berbagai objek wisata pantai lain selain Pantai Pelabuhan Ratu. Diantaranya ada Pantai Cimaja, Pantai Cibangban, Pantai Karang Hawu, Pantai Karang Naya, dan Pantai Citepus.

Yang kubahas di sini baru Pantai Citepus ya, pantai yang lainnya nanti deh nyusul hehe.

Ada juga sebuah Hotel yang bernama Inna Samudera di Pantai Pelabuhan Ratu ini, tepatnya di kamar 308 terdapat sebuah kamar yang berinterior warna hijau. Menurut informasi dari NativeIndonesia kamar tersebut dibuat khusus untuk Nyi Roro Kidul.

Para pengunjung bisa memasuki kamar tersebut, tapi tentu saja harus menjaga tata karma dan sopan santun agar tidak terjadi hal-hal yang diluar kendali ya.

Citepus – Pelabuhan Ratu

Setelah menghabiskan waktu 4 jam di perjalanan, akhirnya kami tiba di Pantai Citepus, Pelabuhan Ratu.

Pantai Citepus adalah salah satu bagian dari Pantai Pelabuhan Ratu. Salah satu wisata yang cukup terkenal untuk Sukabumi.

Ternyata untuk memasuki kawasan pantai tidak ada biaya masuk yang harus dibayarkan, kami hanya perlu membayar parkir saja bagi kendaraan yang dibawa dan itupun hanya Rp.5000 saja.

Lahan parkirnya sangat luas dan tersedia di segala penjuru tempat, hal ini tentu saja memudahkan pengunjung untuk tidak kebingungan ketika akan menyimpan kendaraan.

Aku dan teman-temanku memilih tempat parkir yang dekat dengan masjid, selain terlihat ramai juga sangat dekat dengan pantai.

Setelah kendaraan terparkir aman, kami memutuskan untuk langsung menuju pantai dan bermain disana. Kentara sekali jika kami memang membutuhkan liburan hehe.

Bahkan salah satu temanku sengaja membawa bola sepak untuk dimainkan di atas pasir. Ada-ada saja ya.

Skuy HES in Citepus

Tersedia banyak gazebo

Hal yang paling dicari pertama kali tentu saja tempat berteduh dan bisa menyimpan barang. Di tempat ini, gazebo berdiri kokoh di berbagai tempat dan bisa kita pakai untuk istirahat setelah dari perjalanan atau setelah puas bermain air.

Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mendiami sebuah Gazebo saat kami menanyakannya pada pemilik warung di sana. Tentu saja itu kabar yang cukup baik untuk kami dengar.

Salah satu pemilik warung juga menawari kami untuk memesan paket Nasi liwet beserta Ikan bakar, namun kami menolak dengan halus.

Ya namanya juga anak kuliahan hehe, sukanya gratisan wkwk.

Fasilitas masjid dan toilet

Kalau berlibur jangan lupa untuk selalu mengutamakan shalat ya, jangan khawatir juga jika berlibur di pantai citepus dan ingin melaksanakan ibadah. Karena di pantai ini, masjid berada di tengah-tengah keramaian atau bisa kita sebut berada di posisi yang tepat.

Bangunan mesjidnya sangat besar dan kebersihannya juga sangat terjaga, ada para penjaga yang selalu stand by di sekitar masjid jika ada hal yang dibutuhkan.

Untuk toilet, tidak hanya di masjid saja. Banyak warung-warung yang menyediakan toilet umum untuk digunakan. Dan biasanya ini di tujukan untuk pengunjung yang selesai bermain air atau berenang.

Penginapan dengan harga varian

Banyak juga warga yang menyediakan tempat penginapan di sekitar pantai. Harga? Jangan risau, dari harga yang murah sampai level VIP semuanya ada di pantai ini. Hanya perlu mencari tempat yang bagus dan harga yang sesuai.

Harga juga beragam dari mulai Rp.100.000 – Rp.1.000.000, semuanya ada di pantai ini.

Kalau aku dan teman-temanku tidak membutuhkannya karena kami tidak menginap di pantai Citepus ini.

Bisa naik kuda juga lho

Nah bagi kamu yang ingin merasakan sensasi naik kuda, kamu bisa dapatkan di tempat ini. Ada jasa menyewa kuda untuk para pengunjung dengan kisaran harga Rp.20.000 saja untuk sekali sewa.

Aku belum pernah naik kuda, rasanya ingin. Tapi malu kalau harus berkuda di pantai ini hehe. Soalnya banyak orang dan kebanyakan yang berkuda hanya anak kecil saja.

Gak kebayang donk, aku yang gede berkuda di tengah pantai sambil diikuti pawang kudanya hehe.

Sebenarnya masih banyak fasilitas lain yang tersedia namun tidak kuketahui. Jadi jika kalian ingin ke pantai, coba ke sini deh. Biar sekalian tahu juga wisata di sukabumi.


Skuy HES in Citepus


Yang membuatku sedih tentang pantai ini adalah masih kurangnya peduli masyarakat pada sampah yang tercecer sembarang di bibir pantai. Kamu bisa lihat foto-fotoku yang menampakan banyak sampah yang tercecer di atas pasir. Miris memang tapi mudah-mudahan itu bisa teratasi dan tidak menimbulkan masalah.

Sunset Citepus

Skuy HES in Citepus


Yang namanya sunset tentu saja sangat indah dan cukup membuat siapapun yang memandang meluangkan waktu untuk melihat keindahan alam ini.

Dan kemanapun liburanmu, ingat jangan lupakan keindahan yang terjadi sekali dalam sehari ini ya. Pokoknya itu adalah inti dari liburan.

Kami sengaja menunggu sunset sebelum pulang kembali ke Sukabumi, walaupun itu artinya kami harus kemalaman di jalan, toh itu tidak masalah. Justru itu keseruan yang kami tunggu hehe. Konvoi di jalan eaa.

Oh iya, untuk kamu yang ingin berkunjung, tetap jaga protokol kesehatan ya, ingat kunjunganku ini dilakukan satu tahun yang lalu jadi tidak ada yang namanya physical distancing.

Sekian ulasan dariku, jika ada kesalahan tentang Pantai Citepus ini, atau ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan, kamu boleh komentar di bawah ya.

 
Yulia
Hallo semua, salam kenal dari saya. semoga kita bisa menjadi teman.

Related Posts

14 komentar

  1. Ngebayangin naik kuda di pantai jadinya. Aku juga suka naik kuda mba, tapi malu kadang udah gede naik kuda dituntun sama penjaganya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama yak.
      Masa dituntun sama pawang hehe

      Hapus
  2. mantul ceritanya...
    seolah-olah memeberikan arahan dan gambaran meskipun saya sendiri belum pernah kesana😁😁😁
    good joob πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ka. Nanti kapan2 main bareng ya

      Hapus
  3. Waa asih belum bisa move on yaa dari keseruan di semester kemarin ^^

    BalasHapus
  4. Waaa, bisa naik kuda jugaaa dan cenderung terjangkau yah harganya, semoga kedepannya banyak yang lebih peduli dengan kebersihan pantai 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka. Mudah-mudahan kedepannya ada perubahan terkait sampah ini,enjadi lebih baik

      Hapus
  5. Citepus selalu jadi tujuan utama jika berkunjung ke pelabuhan ratu, makin tertata aja ya sekarang pantainya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak.
      Alhamdulillah makin nyaman.
      Cuma dikebersihan nya aja si

      Hapus
  6. Tersedia banyak gazebo untuk istirahat wah menarik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi kita gak perlu bingung buat nyari tempat santai

      Hapus

Posting Komentar